Asesmen bangunan dilakukan untuk mengetahui, mengevaluasi dan analisis kondisi aktual eksisting bangunan baik dari material maupun kemampuan dalam menahan beban yang bekerja sesuai peraturan terbaru SNI dan Kode Internasional. Latar belakang pentingnya bangunan dilakukan asesmen adalah : Usia Bangunan, perubahan fungsi/ beban, renovasi menaikan lantai, dampak bencana alam (gempa, banjir, kebakaran), mengikuti regulasi asesmen berkala.

Lingkup asesmen bangunan meliputi:

  • Inspeksi visual struktur pada portal utama dan elemen struktur seperti: retak, segregasi agregat, honeyconb/ bugholes, korosi, defleksi, bucling, perubahan bentuk dan kondisi abnormal lainya
  • Pengujian struktur baja dan beton bertulang seperti (Hammer test, UPV Test, Coredrill Test, carbonation test, Hardness brinell Test, Rebar scanning Test, UT Thickness Test, MT PT dan verticality & Leveling bangunan.
  • Analisis struktur bangunan sampai kesimpulan kondisi keseluruhan bangunan kemudian rekomendasi perbaikan dan perkuatan struktur jika diperlukan.
  • Perbaikan & perkuatan struktur seperti: Injeksi, Epoxy, patching, Jacketing, perkutan fiber (FRP), Bracing, Box dan komposit beton.